Pengikut

Keanekaragaman Ekosistem

>> Selasa, 02 Maret 2010

Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannyayang berupa faktor biotik dan faktor abiotik. faktor biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah iklim, cahaya, suhu, air, tanah dan kelembaban (disebut juga faktor fisik); salinitas; tingkat keasaman; dan kandungan mineral (disebut dua faktor kimia).baik faktor biotik maupun faktor abiotik sangat bervariasi. oleh karena itu ekosistem yang merupakan kesatuan dari faktor biotik dan faktor abiotikpun bervariasi pula.

Di dalam ekosistem, komponen biotik harus dapat berinteraksi dengan komponen biotik lainnya dan juga dengan komponen abiotik agar dapat tetap bertahan hidup. jadi, interaksi antar organisme di dalam ekosistem ditentukan oleh komponen biotik dan komponen abiotik yang menyusunnya. oleh kerena itu komponen biotik sangan beranekaragam dan komponenn abiotik berbeda kualitas dan kuantitasnya, maka jika susunan komponen-komponen tersebut berbeda mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada sehingga menciptakan ekosistem yang berbeda-beda pula.

Keanekaragaman pada tingkat ekosistem terdiri dari:

• Ekosistem lumut
Ekosistem lumut didominasi oleh tumbuhan lumut dan terletak pada daerah yang temperatur suhunya rendah. misalnya di puncak gunung dan di kutub. hewan yang terdapat di daerah itu adalah hewan yang berbulu tebal.

• Ekosistem hutan berdaun jarum
Ekosistem hutan berdaun jarum didominasi oleh pohon berdaun jarum dan terletak di daerah pegunungan. Ciri ekosistem ini antara lain umunya di daerah beriklim sedang (subtropis) yang bersuhu dingin. hewan yang ada antara lain adalah beruang.

• Ekosistem hutan hujan tropis
Ekosistem hutan hujan tropis terdapat di daerah tropis dengan ciri di tumbuhi bermacam-macam pohon, terutama tumbuhan epifit, misalnya tumbuhan anggrek; tumbuhan pemanjat, misal liana; dan lumut. hewan yang terdapat pada ekosistem ini antara lain adalah kera dan burung.

• Ekosistem padang rumput
Ekosistem padang rumput didominasi oleh rumput-rumput dan terdapat pada daerah beriklim kering, dengan elevasi antara 3.600 samapi 4.100 m. hewan yang terdapat pada ekosistem ini antara lain adalah mamalia besar, herbivor dan karnivor.

• Ekosistem padang pasir
Ekosistem padang pasir didominasi oleh tumbuhan kaktus dan terdapat pada iklim panas. hewan yang terdapat pada ekosistem ini antara lain adalah reptilia, mamalia kecil dan burung.

• Ekosistem pantai
Ekosistem pantai didominasi oleh formasi pes caprae dan formasi barringtonia yang berbentuk pohon atau perdu.

Sumber: D.A Pratiwi, et al.

Read more...

Keanekaragaman Jenis

keanekaragaman hayati tingkat jenis (antar spesies) mudah diamati karena perbedaannya menyolok. misalnya variasi antara kelapa, siwalan/lontar, aren dan pinang. meskipun mereka satu kelompok tumbuhan pinang-pinangan, namun masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan hidup di tempat yang berbeda. misal, kepala tumbuh di pantai, lontar tumbuh di daerah kering, dan aren tumbuh di pegunungan basah.

contoh lain adalah variasi kucing dan harimau. kucing dan harimau termasuk dalam kelompok kucing. meskipn demikian antara kucing dan harimau terdapat perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat. keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan dan frekuensi gen.

Sumber: D. A. Pratiwi, et al.

Read more...

Keanekaragaman Gen

keanekaragaman gen menyebabkan variasi antar individu sejenis, misalnya keanekaragaman pada tanaman padi dan mangga. Tanaman padi ada beberapa macam (biasa disebut varietas) misalnya IR, PB, rojolele, sedani dan kapuas. demikian pula tananman mangga ada bermacam-macam, misalnya gadung, arum manis, manalagi, golek, dll.

keanekaragaman pada tanaman padi dan mangga tersebut disebabkan oleh varietas gen. gen adalah materi yang terdapat di dalam kromosom mekhluk hidup yang mengendalikan ciri organisme. perbedaan gen (variasi gen) pada setiap makhluk hidup menyebabkan sifat yang tidak nampak (genotif) dan sifat yang nampak (fenotif).

variasi mahkluk hidup dapat terjadi akibat perkawinan sehingga susunan gen keturunannya berbeda dari susunan gen induknya. selain itu, variasi makhluk hidup dapat pula terjadi karena interaksi gen dengan lingkungannya. misalnya bunga hidrangea berwarna biru jika tumbuh di tanah yang basa, dan berwarna ungu-merah jika tumbuh di tanah yang asam. dengan kata lain tumbuhan yang sama dapat memiliki bunga yang warnanya berbeda kerena tumbuhan tumbuh di tanah yang kadar keasamannya berbeda.

Sumber D. A Pratiwi, et al.

Read more...

Keanekaragaman Hayati

makhluk hidup dapat dijumpai di berbagai lingkungan. Di dalam lingkungan terdapat faktor abiotik yang mempengaruhinya, seperti topografi, geologi dan iklim. Oleh karena itu, ada lingkungan yang misalnya cukup air, subur, mendapat cukup cahaya matahari, tetapi ada pula lingkungan yang kekurangan akan unsur tersebut. penyebaran makhluk hidup pada lingkungan abiotik yang berbeda memberi kemungkinan adanya keanekaragaman hayati.

keanekaragaman yang terdapat pada makhluk hidup sejenis disebut variasi. variasi juga dapat disebabkan karena gen. keanekaragaman gen yang meliputi individu liar dan bibit unggul disebut plasma nutfah. plasma nutfah juga diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam setiap kelompok mahkluk hidup yang merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau direkayasa untuk menciptakan jenis unggul.

keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah samapi organisme tingkat tinggi. secara gais besar keanekaragaman hayati dapat terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu:
• keanekaragaman gen
• keanekaragaman jenis
• keanekaragaman ekosistem

Sumber: D. A. Pratiwi, at al.

Read more...

MASYARAKAT FEODAL

Keadaan Eropa setelah Romawi Barat runtuh adalah kekacauan. Latar belakang kekacauan itu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Hukum Romawi yang pernah membuat Eropa menjadfi masyarakat teratur tidak lagi diindahkan. Sejak Romawi Barat tuntu tidak ada lagi pihak berwajib yang mnenjamin pelaksanaan hukum.
  • Suku-suku Germania menjelajah dan menaklukan daerah-daerah di seluruh Eropa sehingga perang dan susanan tidak aman melanda benua tersebut.

Pihak yang merasa paling terancam dengan situasi itu adalah para bangsawan. Pemilik tanah amat luas itu khawatir sewaktu-waktu tanahnya di rebut pihak asing. Untuk mencegah ancaman itu para bangsawan membangun benteng di sekitar tanahnya., lengkap dengan kastilnya. Mereka pun mengupah ksatria beserta pasukannya untuk memelihara keamanan. Selanjutnya para bangsawan mengupah para petani untuk menggarap laham. Lama kelamaan terbentuklah masyarakat otonom yang disebut masyarakat feodal.

Masyarakat feodal berciri agraris karena hidup dari hasil pertanian. Masyarakat feodal terdiri dari bangsawan (biasa disebut baron), rohaniwan, ksatria (Knight), prajurit dan rakyat jelata. Dari kelima kelas itu, rakyat jelatalah yang selalu berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kemurahan hati para bangsawan. Sebaliknya para bangsawan hidup dalam kemewahan. Sementara itu, ksatria dan prajurit sudah pasti berpihak pada bangsawan. Begiti pula dengan rohaniwan. Meskipun ada sejumlah rohaniwan yang berani membela kepentingan rakyat.

Sumber : Matroji

Read more...

PERDAGANGAN DENGAN HINDIA TIMUR

Ramainya perdagangan di kawasan Laut Tengah terganggu setelah byzantium jatuh. Peristiwa jatuhnya Byzantium mengawali putusnya hubungan perdagangan antara Eropa dengan Asia Barat. Perdagangan kawasan Laut Tengah cenderung dimonopoli oleh para pedagang Asia Barat. Merekalah yang lebih berperan sebagai penentu harga barang-barang.

Monopoli perdagangan di kawasan Laut Tengah mengakibatkan harga barang-barang krbutuhan melambung tinggi. Komoditas utama berharga tinggi antara lain rempah-rempah dari Hindia Timur (sebutan orang Eropa untuk Indonesia). Tingginya harga barang-barang mendorong para pedagang Eropa unutk mencari barang-barang dari sumbernya.

Upaya berhubungan dagang langsung dengan Hindia Timur tampak dari sejumlah ekspedisi pelayaran ke Hindia Timur. Bangsa yang giat melakkukan ekspedisi antara lian Inggris, Belanda, Portugis dan Spanyol. Ekspedisi ini sangat berat karena harus menemukan jalur baru yang terhindar dari hadangan padagang Asia Barat. Itulah sebabnya, sekspedisi tersebut dilengkapi dengan prajurit dan persenjataan lengkap. Upaya berhubungan langsung dengan Hindia Timur tersebut merintis kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia.

Sumber : Matroji

Read more...

PERDAGANGAN DI LAUT TENGAH HIDUP KEMBALI

Bangkitnya perdagangan di Laut Tengah merupakan akibat dari Perang Salib. Sebelum Perang Salib masyarakat Asia Barat dan Eropa jarang berhubungan sehingga kurang mengenal satu sama lain. Selama dan sesudah Perang Salib, hubungna antara Asia Barat denagna Eropa menjadi lebih dinamis.

Hubungan itu membuka mata orang-orang Eropa akan kehidupan perdagangan yang terjalin diantara para pedagang Islam. Apalagi peradaban Islam menghasilkan komoditas dagang bermutu tinggi yang tidak dijumpai di Eropa. Keadaan itu mengundang orang-orang Eropa untuk ikut serta dalam perdagangan. Kehidupan perdagangan di Eropa menjadi lebih bergairah kembali.

Hidupnya perdagangan di Eropa mengakibatkan perdagangan di kawasan Laut Tengah ramai kembali. Hal itu ditandai dengan munculnya kota-kota dagang di pesisir Laut Tengah, seperti Venesia, Marseilles, Genoa, Napoli, Palermo, dan Florence. Perkembangan kota-kota dagang tersebut diikuti dengan tumbuhnya industri rumah tangga.

Semakin giatnya perdagangan mendorong perkembangan industri rumah tangga menjadi serikat usaha sejenis, yang disebut gilda. Serikat ini memiliki hak khusus menjalankan monopoli. Untuk menghindari persaingan antar pengusaha barang sejenis dalam satu wilayah, gilda-gilda bergabung menjadi hansa, yaitu serikat kota dagang. Munculnya hansa merintis pembentukan serikat dagang yang lebih besar seperti EIC dan VOC.

Sumber : Matroji

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

About This Blog

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP